Kisah Inspiratif Gunawan: Dari Pengepul Kepiting, Membangun Ekonomi Lokal dengan Omzet Puluhan Juta di Belitung Timur

Berita UMKM

sis

2/24/20262 min read

GANTUNG, BELITUNG TIMUR – Di tengah hiruk pikuk pesona bahari Belitung Timur, tersimpan kisah inspiratif seorang pengusaha lokal, Gunawan, yang telah lebih dari dua dekade mendedikasikan diri pada bisnis pengumpulan kepiting. Dengan ketekunan dan manajemen yang cermat, Gunawan tidak hanya meraup omzet puluhan juta rupiah setiap bulan, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi bagi nelayan dan pekerja lokal di Gantung. Tim Sisnet Radio berkesempatan menelusuri langsung jejak kesuksesan ini pada 14 Maret 2026.

Manajemen Kualitas dan Keberlanjutan Bisnis

Gunawan menjelaskan kepada tim Sisnet Radio bahwa setiap kepiting yang didapatkan dari nelayan di perairan Laut Gosong Cina melalui proses seleksi ketat. Pemilahan dilakukan berdasarkan jenis dan ukuran, meliputi kepiting kupas kembang, geromits, dan jumbo. Kualitas daging dan ukuran menjadi penentu utama harga jual kepada broker atau perusahaan di Tanjung Pandan dan kota-kota besar lainnya.

“Semua kepiting dipilah dengan cermat. Ada yang dijual langsung, ada yang diproses kembali. Setiap jenis memiliki persentase harga berbeda tergantung ukuran dan kualitasnya,” ungkap Gunawan. Ia menekankan bahwa prinsip integritas dan profesionalisme adalah kunci. “Manajemen yang teliti sangat penting agar kualitas tetap terjaga dan keuntungan diperoleh secara adil bagi semua pihak, termasuk nelayan dan pekerja lokal,” tambahnya, menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan bersama.

Roda Ekonomi yang Berputar: Omzet dan Lapangan Kerja

Setiap harinya, Gunawan mampu menampung sekitar 40 kilogram kepiting hidup dari nelayan dengan harga beli sekitar Rp60.000 per kilogram. Proses selanjutnya, mulai dari pemupasan, pengolahan, hingga pengemasan, melibatkan tim yang terdiri dari sekitar 10 pekerja lokal. Mereka bekerja secara tim dan mendapatkan upah harian rata-rata Rp30.000 per orang, memberikan penghasilan yang stabil bagi keluarga mereka.

Produk kepiting yang telah siap jual kemudian dijemput oleh broker atau perusahaan dengan sistem pembayaran tunai, memastikan kelancaran arus kas. Dari operasional ini, Gunawan mengelola perputaran modal rata-rata sekitar Rp2 juta per hari, atau mencapai sekitar Rp70 juta per bulan. Perputaran modal yang stabil ini tidak hanya mencerminkan kesehatan bisnis Gunawan, tetapi juga dampak ekonomi signifikan yang ia ciptakan di komunitasnya melalui lapangan kerja dan peningkatan pendapatan nelayan lokal.

Indikator Ekonomi

Detail

Volume Penampungan Harian

± 40 kg kepiting hidup

Harga Beli dari Nelayan

± Rp60.000/kg

Jumlah Pekerja Lokal

± 10 orang

Upah Harian Pekerja

± Rp30.000/orang

Perputaran Modal Harian Rata-rata

± Rp2.000.000

Perputaran Modal Bulanan Rata-rata

± Rp70.000.000

Inspirasi dari Gantung: Kewirausahaan Berbasis Komunitas

Liputan khusus Sisnet Radio ini menegaskan bahwa usaha pengumpulan kepiting di Belitung Timur bukan sekadar aktivitas ekonomi biasa. Ini adalah model kewirausahaan berbasis komunitas yang menggerakkan roda perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan dijalankan dengan prinsip integritas serta tanggung jawab sosial. Gunawan, dengan pengalamannya yang panjang, telah membuktikan bahwa potensi hasil laut Belitung Timur dapat dioptimalkan secara profesional, memberikan inspirasi bagi banyak pihak untuk mengembangkan bisnis berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Tim Redaksi Sisnet Radio